BONE, ASPIRASI POST- Merebaknya Covid-19 yang menjadi momok dunia dan membuat kepanikan publik. Virus mematikan ini monster bagi manusia, dimana Pemerintah memutuskan matai rantai penyebaran wabah Corona dengan berbagai cara, seperti dilarang berkerumun, jaga jarak, dilarang kontak langsung dengan orang di sekitarnya, menggunakan masker, cuci tangan pakai hansanitizer, dan penyemprotan disinfektan.
Dinas Pariwisata pun mulai menutup tempat wisata yang ramai di kunjungi orang untuk berekreasi seperti Tanjung Palette, baik yang di kelolah Pemerintah maupun pihak Swasta. Hal ini sesuai edaran bapak Bupati Bone, Haji Andi Baso Pashar Padjalangi, tentang penutupan sementara operasional obyek wisata untuk mencegah Covid-19 di Kabupaten Bone dengan nomor 188.6/494/III/2020 yang menindak lanjuti Edaran Gubernur Sulsel nomor 440/1972/B.UN/2020.
Surat tersebut berlaku, 19 Maret 2020 Sampai 30 Mei berarti di tutup selama 3 Bulan, ungkap Andi Muhammad Faisal Sekertaris Dinas Pariwisata Kabupaten Bone kepada Wartawan.
Dimana imbasnya, penurunan Pendapatan Asli Daerah sangat berpengaruh dari 13 obyek wisata yang sementara di tutup, padahal kita di target 1 milyar Tahun 2020, Tahun 2019 Pemda target kita 800 juta dan yang kami peroleh 835 juta rupiah, ucap Sekertaris Andi Muh Faisal kepada wartawan di ruang kerjanya belum lama ini.
Lanjut beliau katakan bagi pengelolah obyek wisata mandiri, selama di tutup mereka lebih banyak membersihkan dan pemeliharaan tempat wisata, sehingga kelihatan indah dan asri. Semoga Covid-19 berakhir cepat dan obyek wisata bisa kembali di fungsikan dan memberikan PAD bagi Daerah nah kita belum bisa berbicara target saat ini di tengah Corona melanda Dunia, pungkasnya. (Ani Hasan).













