PINRANG- Wakil Ketua Komisi ll DPRD Pinrang, Karno HW, SH, bersama Baharuddin menerima aspirasi dari Serikat Petani Indonesia (SPI) pada Selasa (29/4). Aspirasi tersebut disampaikan dalam pertemuan yang berlangsung di ruang rapat Komisi ll, DPRD Pinrang dan membahas sejumlah persoalan yang dihadapi petani, khususnya terkait distribusi dan harga gabah.
Perwakilan SPI menyampaikan keresahan petani atas anjloknya harga gabah di tingkat petani serta lemahnya serapan gabah oleh Bulog. Mereka mendesak pemerintah daerah dan Bulog untuk segera mengambil langkah konkret guna melindungi kesejahteraan petani.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bulog Sub Divre Pinrang, Ivan Faisal menyampaikan, Kami dari pihak Bulog telah mensosialisasikan program swasembada pangan oleh Pemerintah kepada Petani melalui Babinsa dan penyuluh pertanian.
Terkait harga kami menegaskan kepada mitra kami melakukan pembelian Gabah Kering Panen (GKP) harus sesuai HPP yang ditetapkan oleh Pemerintah yaitu Rp. 6.500/Kg tanpa potongan.
Sampai saat ini kami belum pernah menerima laporan mitra kami membeli dibawah harga HPP. Apabila terbukti melakukan pembelian di bawah harga maka kami memberhentkan menjadi mitra Bulog.
Wakil Ketua Komisi ll Karno yang ditemui oleh wartawan media ini menyampaikan, Komisi ll pada hari ini menerima aspirasi dari masyarakat yang menamakan dirinya SPI, terkait harga gabah di tingkat petani tidak merata.
“Perwakilan SPI menyampaikan aspirasi dari masyarakat terkait harga gabah yang tidak merata dengan potongan yang bervariasi, mulai dari potongan 2 kilogram hingga 10 kilogram per karung”.
“Menanggapi hal ini, kami dari Komisi ll akan memanggil pihak pihak yang berkepentingan untuk dimintai keterangan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang akan kami jadwalkan dalam waktu dekat,” ungkap Karno Legislator Partai Nasdem.
Dilanjutkannya, kami menduga hal ini karena kurangnya sosialisasi kepada petani terkait Harga Pembelian Pemerintah HPP, oleh Bulog, jadi kami harap kedepannya, Bulog lebih giat untuk melakukan sosialisasi terkait HPP dan gabah yang masuk spesifikasi.
Terpisah, Ketua PERPADI Pinrang Wahyuddin, yang dikonfirmasi via selluler menyampaikan, Kami sebagai Ketua Perpadi selalu menekankan kepada anggota kami, untuk membeli gabah diatas harga Het yaitu Rp. 6500 tanpa potongan, sayangnya banyak petani yang menjual gabahnya melalui pengumpul dengan potongan yang tinggi, padahal kami sudah menekankan supaya berkoordinasi dengan penyuluh Pertanian dan Babinsa.
“Kami selalu tekankan, asalkan Bulog masih membuka pengadaan Maklon anggota kami siap membeli gabah kering panen Rp. 6500 per kilogram tanpa potongan,” pungkasnya. (84R).















