LUWU, ASPIRASI POST- Kepolisian Negara Republik Indonesia bertugas memelihara keamanan, ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, memberikan perlindungan, sebagai pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.
Baru-baru ini, Polres Morowali Utara bekerjasama Polres Luwu Unit Resmob dan Polsek Lamasi berhasil mengaman dua remaja putri asal Morowali Utara, yang dilaporkan keluarganya hilang sejak tanggal 15 Januari 2020 lalu, akhirnya ditemukan. Hal itu disampaikan Kapolres Morowali Utara AKBP. Bagus Setiyawan,
Kata Bagus, setelah pihaknya menerima laporan anak hilang pada Januari lalu. Polisi lalu membentuk tim yang dipimpin oleh IPDA Rizky Tri Yuwana.
Polres Morowali Utara bekerjasama dengan unit Resmob Polres Luwu Bripka Muh. Sulkadri dan Polsek Lamasi setelah diketahui dua gadis remaja masing-masing inisial NSL (16) dan NH (16) tahun itu dibawa lari oleh pria inisial RR.
Dari pengakuan kedua gadis itu pertama kali dibawa lari pria inisial RR saat mereka usai menyaksikan tarian Desa di Desa Bungintimbe, Kecamatan Petasia Timur.
“Waktu itu karena mereka berdua takut pulang larut malam selesai menyaksikan tarian Desa lalu diajak oleh RR,” jelas Kapolres.
RR yang masih berusia 20 tahun, ternyata memiliki hubungan dekat dengan gadis NSL.
Selama dalam pelarian, NSL dan NH dibawa oleh pria RR dengan cara berpindah-pindah tempat, dari Morowali Utara hingga di Kabupaten Luwu.
Sementara untuk menyambung hidup selama ditempat pelarian, terpaksa gadis inisial NH menjual HP dan perhiasan emasnya.
Setelah sekian lamanya pencarian oleh tim Resmob Polres Morowali Utara dan Polres Luwu, akhirnya ketiganya ditemukan ditempat pelariannya oleh Resmob di Desa Pongsamelung, Kecamatan Lamasi pada Selasa (4/02/2020).
“Kini ketiganya sudah diamankan di Mapolres Morowali untuk dilakukan pemeriksaan, kasus tersebut ditangan oleh Satreskrim Polres Morowali Utara,” tutupnya. (Abs).













