BONE, ASPIRASI POST- Salah satu program Bantuan Sosial yang berkontribusi besar terhadap penurunan angka kemiskinan adalah program PKH yang terintegrasi dengan Program BPNT, dimana empat faktor membuat PKH Efektif dalam menurunkan angka kemiskinan yakni murah, mudah, berkah dan cerah.
PKH memberikan perlindungan Sosial bagi masyarakat miskin pada aspek pendapatan dan konsumsi atau kebutuhan dasar dengan bantuan PKH dan BPNT, KPM bisa membeli kebutuhan pokok pangan yang berkwalitas baik serta kebutuhan Sekolah anak dengan harga murah.
Tahun 2020 jumlah KPM di Kabupaten Bone sekitar 34 ribu 136 KPM. Dinas Sosial sebagai leading sektor kegiatan, sebagai fasilitator terhadap penerima manfaat yang kemudian di serahkan sesuai juknisnya, ungkap Kabid Lingjamsos Bone Haidar, S.Sos, M.Si, kepada media ini.
Menurut Haidar, S.Sos, M.Si, penerima BPNT sudah pasti menerima PKH, sementara penerima PKH belum tentu dapat BPNT, KPM menerima bantuan PKH pertriwulan untuk Lansia usia 70 tahun 3 juta pertahun, Bumil 3 juta, SMA 2 juta 4 ratus, SMP 1 juta 5 ratus, SD 900 ratus dan Disfabel 2 juta 4 ratus, yang di salurkan ke KPM di seluruh Kabupaten Bone melalui rekening mereka masing-masing.
Lanjutnya, sementara ada, sistem Graduasi baik Mandiri maupun secara Alamiah, dimana Graduasi Mandiri apabila KPM yang sudah layak ekonominya melapor kepetugas PKH, bahwa dirinya akan keluar sebagai penerima bantuan lantaran kendati sudah mampu dalam hal ini.
Jauh, ia mengatakan secara otomatis ada yang menggantikan yang layak dapat PKH, begitupula kalau ada yang sudah meninggal keluar dengan alami, nah untuk Graduasi yang kami data sebanyak 4482 dengan jumlah Pendamping PKH 114 orang, Koordinator 2 orang dan Operator Desa 8 orang. Dari jumlah Desa dan Kelurahan 328 Bank yang di tunjuk sebagai Mitra adalah Bank Mandiri.
Tahun ini rencana di adakan validasi data. Bahkan bagi penerima PKH, akan di Pasang Stiker rumahnya dan hal ini adalah kebijakan Pemerintah Daerah, tutup Kabid Lingjamsos Bone Haidar, S.Sos, M.Si. (Ani Hasan).













