PINRANG- Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Pinrang angkatan 2005 angkat bicara terkait polemik yang terjadi setiap menjelang puncak perayaan HUT RI.
Marlin sapaan akrab PPI 2005 kepada media menyampaikan, Miris, sebenarnya apa yang terjadi di tubuh PPI Kabupaten Pinrang, selalu terjadi riak saat menjelang perayaan HUT RI mulai 2005 – 2024.
Dia juga menegaskan, bahwa bukan tahun ini saja terjadi kisruh menjelang puncak perayaan HUT RI, “sejak Pasukan Paskibraka itu menjadi tugas kesbangpol selalu saja ada riak”.
Bahkan, para anggota Paskibraka tahun lalu dan beberapa PPI sangat mengeluhkan terkait fasilitas yang disiapkan oleh Pemkab sampai saat latihan dimana salah satunya sepatu yang mereka gunakan saat latihan itu diduga tidak sesuai spesifikasi atau mudah rusak, ucapnya.
“Miris, dimana adik-adik kita sudah penuh semangat dalam mempersiapkan segala sesuatunya, giliran saat mau masuk karantina ada lagi Miss antara PPI dengan oknum pejabat di Bakesbangpol”.
Beredar info, PPI mengeluarkan selebaran dan dishare ke beberapa grup WhatsApp, “ada oknum Bakesbangpol yang terlalu JAGO”, sehingga terjadi kesala pahaman diantara mereka.
Diduga kuat, Ketua beserta dan para Pengurus PPI sengaja membuat selebaran tersebut “Kecewa” dengan oknum panitia yang merupakan Pejabat di Bakesbangpol Pinrang.
Marlin juga menyampaikan saya cuma heran saja sih karena selama berada dibawah naungan Bakesbangpol Paskibraka selalu saja ada riak-riak namun yang lebih mengherankan lagi muncul lagi selebaran dibeberapa grup WhatsApp dengan narasi berbanding terbalik dengan narasi sebelumnya.
Marlin hanya bisa berharap ada evaluasi yang dilakukan oleh Pejabat Pemerintah Kabupaten Pinrang, khususnya keberadaan Paskibraka dibawah naungan Bakesbangpol.
“Perlu ada tindakan terkait keberadaan Paskibraka di Bakesbangpol terlebih lagi teman sesama PPI hanya bisa berharap jangan terlalu cepat untuk mempublish sesuatu yang tak berselang lama tidak sampai 24 jam maka, dicernai baik-baik sebelum diupload disosial Media”.
Terpisah Ketua PPI Kabupaten Pinrang H. Fathul Akbar Syarif, S.H, saat dikonfirmasi mengatakan, “Kemarin ada miskomunikasi atau gangguan-gangguan oknum panitia dari Kesbangpol tapi sudah ditengahi oleh Kaban Kesbangpol.
“Bahkan Kaban Kesbangpol terjun langsung mengevaluasi miss yang terjadi selama pelatihan,” tulisnya.
Ia juga mengatakan terkait kisruh tersebut juga Pj. Bupati langsung merespon dan mengundang kami untuk klarifikasi dan memberikan masukan tentang kisruh tersebut,” tutup Ketua PPI.
Sementara itu PJ Bupati Pinrang Ahmadi Akil saat dikonfirmasi via WhatsApp membenarkan adanya miskomunikasi yang terjadi antara para pengurus PPI dan oknum Panitia yang bertugas di Bakesbangpol Pinrang.
“Hanya kesalah pahaman atau ada misskomunikasi dan itu sudah kami mediasi,” tulisnya, Sabtu (17/8/2024).
Lanjut PJ Bupati, terlepas dari itu, kejadian ini akan menjadi pelajaran dan tentunya tetap menjadi bahan evaluasi.
“Tentunya semua itu menjadi bahan evaluasi kami di masa-masa yg akan datang, sehingga tidak terulang lagi,” tutup Ahmadi. (84R).




















